Senin, 20 Oktober 2014

KEBUJAKAN PEMERINTAH SUMBAR DALAM SEKTOR PERTANIAN

                                 Kebijakan Pemerintah Sumatera Barat Dalam Bidang Pertanian

          Kebijakan dalam pembangunan pertanian yang pernah diluncurkan Pemerintah SUMBAR adalah pengembangan pertanian organik melalui simbolis "Menuju Organik". Dalam simbolis ini dicanangkan bahwa pada tahun 2010 Indonesia akan menjadi produsen produk pertanian organik terbesar di dunia.
Pertanian organik hanya sering menjadi topik pembi­ca­raan, tetapi sangat jarang dila­kukan kegiatan-kegiatan yang mendukung komitmen peme­rintah tersebut. Para petani ma­sih sangat terikat dengan asupan sa­rana produksi yang berbau ki­mia an-organik, baik berupa pupuk, zat perangsang maupun pestisida. Bila pupuk hilang atau susah diperoleh petani langsung menjerit.
          Produk organik yang bere­dar di pasaran sangat terbatas, begitu juga laju permintaan konsumen tidak ada perkem­bangan. Di lain pihak, perkem­bangan produk anorganik juga tidak menjanjikan, bahkan untuk memenuhi kebutuhan beras nasional saja belum mampu. Impor beras masih terus dilaku­kan, sehingga petani tidak bisa menikmati harga yang sesuai dengan keinginannya. Kebijakan pemerintah ini sering merugikan petani.
       Ada beberapa hal yang menonjol yang bertentangan atau tidak mendukung komitmen “Menuju Organik” tersebut :
  a.  Per­tama, pemerintah masih mele­galkan bahkan masih sangat tergantung dengan sarana pro­duksi yang berbau kimia anor­ganik yang merupakan salah satu pantangan dari pertanian orga­nik.
  b. Kedua, promosi mengenai peran pro­duk pertanian organik terhadap ke­sehatan sangat kurang, di ma­na pengetahuan konsumen me­nge­nai pentingnya meng­konsumsi produk pertanian organik masih sangat terbatas.   
  c. Ketiga, penghargaan terhadap produk yang dihasilkan tidak ada, sehingga produsen merasa rugi kalau mengusahakan perta­nian organik

      Alternatif yang dilakukan :
        Pemerintah Sumatera Barat cukup serius dalam mengem­bang­kan pertanian organik. Ke­seriusan tidak hanya dalam wacana dan rencana saja tetapi langsung diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan program kegiatan serta pelaksanaan lapang yang diikuti dengan evaluasi secara bertahap.
Sebagian kegiatan ini dise­rah­kan kepada pihak ketiga yang dipandang lebih menguasai substansi kegiatan keorganikan. Sangat banyak kebijakan dan kegiatan yang telah ditetapkan guna mendukung berkembang­nya usaha pertanian organik, di antaranya adalah penyediaan insentif harga, dan penyediaan dana kompensasi tidak mem­bakar jerami dalam pengem­bangan PTS (padi tanam saba­tang).
       Keseriusan ini juga diikuti denga mendukung upaya pe­ngem­bangan usaha tani organik melalui lembaga ya ngdibentuk oleh petani pencinta pertanian organik yang tergabung dalam PPO (Persatuan Pertanian Organik) dan pendirian outlet organik. Untuk mendukung gerakan pengembangan pertanian orga­nik, Pemerintah Sumatera Barat juga menginisiasi pembentukan serta membina kelembagaan pendukung, baik lembaga resmi pemerintah maupun lembaga independen.
       Strategi dan usaha yang telah dilakukan oleh Peme­rintah, khususnya Pemerintah Suma­tera Barat, belum mem­per­lihatkan hasil yang signi­fikan. Sangat disayangkan mengapa program yang telah menelan dana yang cukup besar tersebut tidak kunjung berkembang. Bahkan yang menyedihkan saat ini, dibeberapa tempat yang tadinya telah memulai dan mengembangkan usaha perta­nian secara organik, beranjak kembali ke usaha pertanian konvensional. Bahkan para petani yang berada dilingkungan sekitar IPO sendiri masih sangat akrab dengan pupuk an-organik dan pestisida kimia buatan.
      Melihat kenyataan ini, nam­paknya pemerintah perlu meng­kaji ulang dan mempelajari faktor-faktor penyebab lam­batnya perkembangan usaha tani organik.
Kajian yang sama juga bisa diarahkan untuk mencari pe­luang serta solusi untuk me­netapkan langkah-langkah yang perlu dilakukan kedepan, agar pertanian organik benar-benar menjadi pilihan bagi petani dan produk pertanian organik menjadi kebutuhan bagi para konsumen.


Sumber : 
MOEHAR DANIEL
(Peneliti Sosial Ekonomi/Kebijakan Pembangunan Pertanian
BPTP Sumatera Barat)
http://www.harianhaluan.com/index.php/opini/3567-strategi-dan-kebijakan-pengembangan-pertanian-organik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar