Selasa, 14 Oktober 2014

Tanaman Obat Menjadi Salah Satu Kearifan Lokal Dibidang Pertanian

 

             Tanaman Obat Menjadi Salah Satu Kearifan Lokal

                                   Dibidang Pertanian

       Sekarang ini penggunaan tumbuhan obat di Indonesia semakin meningkat, tapi upaya budidaya tumbuhan obat masih sangat terbatas. Berbagai produk alami yang berasal dari tumbuhan telah menjadi komoditi  komersial yang menarik bagi para pengusaha herbal. Dalam pemanfaatannya bahan baku tumbuhan obat masih tergantung pada tumbuhan yang ada di hutan alam atau berasal dari pertanaman rakyat yang diusahakan secara tradisional.Pengadaan bahan baku obat atau jamu dengan cara pemungutan langsung dari hutan alam akan mengancam keberadaan populasinya.
           Penduduk Indonesia pada umumnya mereka mempunyai kemampuan, pengalaman hidup dan kearifan tradisional dalam pengelolaan sumber daya alam sekaligus pemanfaatannya dan dalam hal ini dikembangkan secara turun temurun, dengan menggunakan komoditas agribisnis berbasis kearifan lokal. Biasanya metode yang sering digunakan adalah dengan melakukan kegiatan budidaya tumbuhan obat dengan melibatkan masyarakat sekitar (masyarakat lokal) dengan kearifannya sebagai pengelola dan penjaga kelestarian plasma nutfah seperti yang tertuang dalam konsep bioregion.
        Kearifan adat dipahami sebagai segala sesuatu yang didasari pengetahuan dan diakui akal serta dianggap baik oleh ketentuan agama.  Adat kebiasaan pada dasarnya teruji secara alamiah dan niscaya bernilai baik, karena kebiasaan tersebut merupakan tindakan sosial yang berulang-ulang dan mengalami penguata. suatu tindakan tidak dianggap baik oleh masyarakat maka ia tidak akan mengalami penguatan secara terus-menerus. Pergerakan secara alamiah terjadi secara sukarela karena dianggap baik atau mengandung kebaikan. Adat yang tidak baik akan hanya terjadi apabila terjadi pemaksaan oleh penguasa. Bila demikian maka ia tidak tumbuh secara alamiah tetapi dipaksakan
       Pada umumnya mereka mempunyai kemampuan, pengalaman hidup dan kearifan tradisional dalam pengelolaan sumber daya alam sekaligus pemanfaatannya, dalam hal ini dikembangkan secara turun temurun.
Bahwa kearifan tradisional merupakan hasil akumulasi pengetahuan berdasarkan pengamatan dan pengalaman masyarakat di dalam proses interaksi yang terus menerus dengan lingkungan yang ada di sekitarnya dan bisa mencakup generasi yang berbeda. Tentu saja, dengan keragaman masyarakat di Indonesia kearifan tradisional inipun juga makin beragam dalam hal ini satu daerah dengan daerah lain penerapannya akan berbeda meskipun tujuannya sama.
        Kearifan tradisional dapat dijadikan komponen penting untuk melaksanakan upaya penyelamatan sumberdaya genetik tanaman hutan. Dengan kearifan tradisional yang dimiliki masyarakat lokal akan mampu melahirkan kearifan lingkungan, dalam hal ini dapat berjalan seiring dan sejalan dalam menjaga kelestarian sumber daya alam dan genetik. Selain itu, kearifan tradisional merupakan salah satu ciri kebudayaan nasional sehingga patut digali dan dikembangkan lebih lanjut di masa yang akan datang.
            Upaya pendekatan penyelamatan sumber daya genetik tanaman hutan melalui pola kolaboratif dan partisipatif merupakan alternatif untuk menjawab tantangan diatas. Semua ini tentu saja didasarkan pada asumsi bahwa masyarakat lokal memiliki kepentingan dan keterkaitan dengan sumber daya alam di sekitarnya

               Budidaya tanaman obat adalah merupakan salah point sasaran kegiatan konservasi keanekaragaman hayati dalam periode 5 tahun (2005 – 2009) yang disertai dengan kebijakan pembangunan konservasi keanekaragaman hayati untuk mengembangkan jaringan sistem kawasan ekosistem esensial dan pendekatan pengelolaannya melalui konsep bioregion
              Bioregion adalah suatu bentuk pengelolaan sumberdaya alam; yang tidak ditentukan oleh batasan politik dan administratif tetapi dibatasi oleh batasan geografik, komunitas manusia serta sistem ekologi. Dalam suatu cakupan bioregion, terdapat mozaik lahan dengan fungsi konservasi maupun budi daya yang terikat satu sama lain secara ekologis 

              Konsep bioregion dari sudut pandang sumberdaya biofarmaka dan pengetahuan tradisional masyarakat lokal merupakan ikatan yang sangat erat untuk keberlanjutan pengembangan budidaya biofarmaka (tumbuhan berkhasiat obat). Sebagai contoh setiap region hutan mengandung keanekaragaman jenis tumbuhan obat yang tinggi dan spesifik, dan berguna untuk mengobati penyakit dan menjaga kesehatan masyarakat setempat. Dengan melibatkan informan pangkal (tokoh adat, pemerintah, agama), informan pokok (ahli pengobatan tradisional) dan pelengkap (anggota masyarakat biasa yang memiliki pengetahuan mengenai tumbuhan obat) kita dapat mengetahui macam biofarmaka yang esensial diperlukan oleh etnis setempat untuk menjaga kesehatannya.

sumber :

http://uripsantoso.wordpress.com/2010/04/02/pengembangan-budidaya-tumbuhan-obat-herbal-sebagai-komoditas-agribisnis-berbasis-kearifan-lokal-dalam-konsep-bioregion/  

18 komentar:

  1. Mengacu pada postingan di atas mungkin di daerah Gunungkidul juga dapat dikembangkan tanamann jarak sebagai obat gigi yang sepertinya dalam dunia kedokteran sekarang ini belum pernah digunakan :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yahh... pada tahun besok saya akan menjadi dokter gigi nya... :)

      Hapus
  2. dengan adanya postingan ini bisa menambah pengetahuan saya tentang bagaimana pentingnya kearifan lokal, terimakasih,.... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ula-la... matorsuwon... :)

      Hapus
    2. tau artinya kearifan lokal pa?

      Hapus
    3. kearifan lokal itu, kemudahan sebagai alternatif yang digunakan dalam masyarakat,,, :)

      Hapus
  3. budidaya tanaman obat sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, khususnya bagi masyarakat yang masih berpangku tangan dengan tanaman,

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya... kata2 mu sungguh bijak, menambah inspirasi bagi saya... TQ :)

      Hapus
  4. sudah bagus kok artikelnya. mantapp !!

    BalasHapus
  5. siipp...itu lebih spesifik daerah mana ya ??? soalnya sekarang udah jarang loh pus yang menggunakan obat tradisional :D

    BalasHapus
  6. makasih,ini di derah yang masih memiliki keanekaragaman tanaman yang banyak, kayak wilayah sumatera... hutan nya kan masih tergolong banyak,... di samping itu, hutan nya juga mulai di pertahan kan... di sini lah, keanekaragaman tanaman yang di manfaatkan sebagai obat.

    BalasHapus