Tanaman Obat Menjadi Salah Satu Kearifan Lokal
Dibidang Pertanian
Sekarang ini penggunaan tumbuhan obat di Indonesia semakin meningkat, tapi upaya budidaya tumbuhan obat masih sangat terbatas.
Berbagai
produk alami yang berasal dari tumbuhan telah menjadi komoditi
komersial
yang menarik bagi para pengusaha herbal. Dalam pemanfaatannya bahan
baku
tumbuhan obat masih tergantung pada tumbuhan yang ada di hutan alam atau
berasal dari pertanaman rakyat yang diusahakan secara
tradisional.Pengadaan bahan baku obat atau jamu dengan cara pemungutan
langsung dari hutan
alam akan mengancam keberadaan populasinya.
Penduduk Indonesia pada umumnya mereka mempunyai kemampuan, pengalaman hidup dan
kearifan
tradisional dalam pengelolaan sumber daya alam sekaligus pemanfaatannya
dan
dalam hal ini dikembangkan secara turun temurun, dengan menggunakan
komoditas agribisnis berbasis kearifan lokal. Biasanya metode yang
sering digunakan adalah dengan melakukan kegiatan budidaya tumbuhan obat
dengan
melibatkan masyarakat sekitar (masyarakat lokal) dengan kearifannya
sebagai
pengelola dan penjaga kelestarian plasma nutfah seperti yang tertuang
dalam
konsep bioregion.
Kearifan
adat dipahami sebagai segala sesuatu yang didasari pengetahuan dan diakui akal
serta dianggap baik oleh ketentuan agama. Adat kebiasaan pada dasarnya
teruji secara alamiah dan niscaya bernilai baik, karena kebiasaan tersebut
merupakan tindakan sosial yang berulang-ulang dan mengalami penguata. suatu
tindakan tidak dianggap baik oleh masyarakat maka ia tidak akan mengalami
penguatan secara terus-menerus. Pergerakan secara alamiah terjadi secara
sukarela karena dianggap baik atau mengandung kebaikan. Adat yang tidak baik
akan hanya terjadi apabila terjadi pemaksaan oleh penguasa. Bila demikian maka
ia tidak tumbuh secara alamiah tetapi dipaksakan
Pada umumnya mereka mempunyai kemampuan, pengalaman hidup dan kearifan
tradisional dalam pengelolaan sumber daya alam sekaligus pemanfaatannya, dalam
hal ini dikembangkan secara turun temurun.
Bahwa kearifan tradisional merupakan hasil akumulasi pengetahuan berdasarkan
pengamatan dan pengalaman masyarakat di dalam proses interaksi yang terus
menerus dengan lingkungan yang ada di sekitarnya dan bisa mencakup generasi
yang berbeda. Tentu saja, dengan keragaman masyarakat di Indonesia kearifan tradisional
inipun juga makin beragam dalam hal ini satu daerah dengan daerah lain
penerapannya akan berbeda meskipun tujuannya sama.
Kearifan tradisional dapat dijadikan komponen penting untuk melaksanakan
upaya penyelamatan sumberdaya genetik tanaman hutan. Dengan kearifan
tradisional yang dimiliki masyarakat lokal akan mampu melahirkan kearifan
lingkungan, dalam hal ini dapat berjalan seiring dan sejalan dalam menjaga
kelestarian sumber daya alam dan genetik. Selain itu, kearifan tradisional
merupakan salah satu ciri kebudayaan nasional sehingga patut digali dan
dikembangkan lebih lanjut di masa yang akan datang.
Budidaya tanaman obat adalah merupakan salah point sasaran kegiatan konservasi keanekaragaman hayati dalam periode 5 tahun (2005 – 2009) yang disertai dengan kebijakan pembangunan konservasi keanekaragaman hayati untuk mengembangkan jaringan sistem kawasan ekosistem esensial dan pendekatan pengelolaannya melalui konsep bioregion
Bioregion adalah suatu bentuk pengelolaan sumberdaya alam; yang tidak ditentukan oleh batasan politik dan administratif tetapi dibatasi oleh batasan geografik, komunitas manusia serta sistem ekologi. Dalam suatu cakupan bioregion, terdapat mozaik lahan dengan fungsi konservasi maupun budi daya yang terikat satu sama lain secara ekologis
Konsep bioregion dari sudut pandang sumberdaya biofarmaka dan pengetahuan tradisional masyarakat lokal merupakan ikatan yang sangat erat untuk keberlanjutan pengembangan budidaya biofarmaka (tumbuhan berkhasiat obat). Sebagai contoh setiap region hutan mengandung keanekaragaman jenis tumbuhan obat yang tinggi dan spesifik, dan berguna untuk mengobati penyakit dan menjaga kesehatan masyarakat setempat. Dengan melibatkan informan pangkal (tokoh adat, pemerintah, agama), informan pokok (ahli pengobatan tradisional) dan pelengkap (anggota masyarakat biasa yang memiliki pengetahuan mengenai tumbuhan obat) kita dapat mengetahui macam biofarmaka yang esensial diperlukan oleh etnis setempat untuk menjaga kesehatannya.
sumber :
http://uripsantoso.wordpress.com/2010/04/02/pengembangan-budidaya-tumbuhan-obat-herbal-sebagai-komoditas-agribisnis-berbasis-kearifan-lokal-dalam-konsep-bioregion/
Mengacu pada postingan di atas mungkin di daerah Gunungkidul juga dapat dikembangkan tanamann jarak sebagai obat gigi yang sepertinya dalam dunia kedokteran sekarang ini belum pernah digunakan :D
BalasHapusyahh... pada tahun besok saya akan menjadi dokter gigi nya... :)
Hapusnice depus ;;)
BalasHapusTQ.. :)
Hapusdengan adanya postingan ini bisa menambah pengetahuan saya tentang bagaimana pentingnya kearifan lokal, terimakasih,.... :)
BalasHapusula-la... matorsuwon... :)
Hapustau artinya kearifan lokal pa?
Hapuskearifan lokal itu, kemudahan sebagai alternatif yang digunakan dalam masyarakat,,, :)
Hapusbudidaya tanaman obat sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, khususnya bagi masyarakat yang masih berpangku tangan dengan tanaman,
BalasHapusiya... kata2 mu sungguh bijak, menambah inspirasi bagi saya... TQ :)
Hapusiya pus..
Hapusomoshiroi pus
BalasHapushai.. do zo... :)
Hapussudah bagus kok artikelnya. mantapp !!
BalasHapusmakasih... :)
BalasHapussiipp...itu lebih spesifik daerah mana ya ??? soalnya sekarang udah jarang loh pus yang menggunakan obat tradisional :D
BalasHapusmakasih,ini di derah yang masih memiliki keanekaragaman tanaman yang banyak, kayak wilayah sumatera... hutan nya kan masih tergolong banyak,... di samping itu, hutan nya juga mulai di pertahan kan... di sini lah, keanekaragaman tanaman yang di manfaatkan sebagai obat.
BalasHapussipp2..luar biasa puss...
BalasHapus